Fungsi dan Jenis-Jenis Pajak

SiAmplop.net – Selain pajak, pemerintah juga melakukan pungutan resmi yang berupa retribusi. Retribusi merupakan pungutan yang dikenakan kepada masyarakat yang menggunakan fasilitas yang disediakan negara. Pungutan tentang retribusi diatur melalui UU No. 19 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi.

Fungsi dan Jenis-Jenis Pajak 080833100 1422933463 Ilustrasi Pajak 150203 andri

FUNGSI PAJAK

Pada umumnya pajak mempunyai empat peran/peranan dalam pembangunan, yakni :

1. Jadi Sumber pendapatan Negara
Dengan pembayaran pajak, negara juga akan mempunyai dana yang cukup untuk lakukan penyelenggaraan pemerintahan serta lakukan pembangunan.

2. Jadi Alat pemerataan Ekonomi
Lewat pajak, pemerintah bisa lakukan subsidi pada rakyat-rakyat kecil.

3. Jadi Pengatur Aktivitas Ekonomi
Lewat pajak, pemerintah bisa mengatur aktivitas mengkonsumsi, distribusi, produksi, export serta import.

4. Jadi Alat Kestabilan Perekonomian
Dengan pajak, pemerintah bisa mendorong perkembangan industri baru lewat cara turunkan atau membesarkan pajak untuk industri – industri yang langka, namun banyak diperlukan orang-orang, hingga bisa melindungi kestabilan ekonomi.
Bentuk kebijakan pemerintah dalam mengatur aktivitas ekonomi lewat pajak bisa dikerjakan :

Menambah pajak import serta membebaskan pajak export dengan maksud membuat perlindungan serta tingkatkan daya saing produksi dalam negeri.

Lakukan pungutan pajak pendapatan atas kelompok yang berpendapatan tinggi untuk tingkatkan keadilan sosial dengan jalan pemerataan pendapatan.

Memungut tarif pajak rendah untuk perusahaan yang baru berdiri serta industri kecil untuk tingkatkan kekuatan memperluas usaha serta menyerap tenaga kerja.

JENIS-JENIS PAJAK

1. Berdasar pada Pihak yang Memikul
Berdasar pada pihak yang memikul, ada dua jenis pajak, yakni :
a. Pajak Langsung
Umpamanya : Pajak Pendapatan (PPh), Pajak Bumi Bangunan (PBB).
b. Pajak Tidak Langsung
Umpamanya : Pajak Penjualan (PPn), Pajak Bertambahnya Nilai (PPN), Bea Materai, Bea Cukai, Pajak Penjualan Barang Elegan (PPn-BM).

2. Berdasar pada Pihak yang Memungut
Berdasar pada pihak yang memungut, pajak dibedakan jadi :
a. Pajak Negara
Umpamanya : Pajak Pendapatan (PPh), Pajak Bumi Bangunan (PBB), Pajak Penjualan (PPn), Pajak Bertambahnya Nilai (PPN), Bea Materai, Bea Cukai, Pajak Penjualan Barang Elegan (PPn-BM).
b. Pajak Daerah
Umpamanya : Retribusi Parkir, Pajak tontonan, pajak Reklame, Retribusi Terminal.

3. Berdasar pada Sifatnya
Berdasar pada sifatnya, pajak dibedakan jadi :
a. Pajak Objektif
Umpamanya : Pajak Pendapatan (PPh).
b. Pajak Subjektif
Umpamanya : Pajak Bumi Bangunan (PBB), pajak Penjualan (PPh), Pajak Bertambahnya Nilai (PPN), Pajak penjualan Barang Elegan (PPn-BM).

Posted by Ulfa Rosmayati

Leave a Reply